Headset Jabra Halo Smart Tiba di Indonesia

Jakarta – Produsen perangkat multimedia Jabra meluncurkan headset terbarunya Jabra Halo Smart di Indonesia. Headset ini dirancang untuk kalangan profesional pecinta audio berkualitas tinggi untuk mendengarkan musik dan melakukan panggilan telepon.

“Ketika mendengarkan musik melalui Jabra Halo Smart yang memiliki kualitas audio terbaik akan lebih menyenangkan. Untuk menelepon juga, suaranya akan lebih jelas meski di tengah tempat keramaian,” ungkap Andi Djoe, Marketing Manager Axindo selaku distributor resmi Jabra di Indonesia, Rabu (27/7/2016).

Lebih lanjut, Andi menjelaskan, Jabra Halo Smart dirancang untuk pengguna yang memiliki mobilitas tinggi yang membutuhkan headset dengan kualitas musik superior dan kemampuan melakukan panggilan telepon yang handal, namun tetap ingin tampil bergaya dengan desain neckband yang atraktif.

Headset ini memiliki neck band di leher dengan speaker mini yang terlihat begitu bergaya ketika dipakai, dan adanya magnetic untuk menempel di leher dan untuk standby mode.

Sesuai dengan namanya Halo Smart menawarkan kecerdasan dalam berkomunikasi via suara. Halo Smart bersandar di atas bahu yang akan bergetar saat ada pemberitahuan.

Tak hanya menghadirkan performa audio yang andal, headset ini juga dilengkapi dengan beberapa fitur pendukung seperti peredam bising untuk mendapatkan kualitas audio yang baik saat di luar ruangan.

Pengguna juga dimanjakan dengan aplikasi Android dan iOS terintegrasi yang bisa menampilkan informasi seputar pengoperasian headset. Seperti mengetahui indikator baterai headset, termasuk memberikan notifikasi berupa panggilan masuk, pesan, kalendar, email dan notifikasi dari aplikasi media sosial.

Yang tak kalah menarik, terdapat tombol kecil di di dekat mikrofon yang memudahkan pengguna mengakses asisten virtual. Headset ini memiliki speaker 10mm, serta baterai berkapasitas 230 mAh yang mampu digunakan hingga 17 jam untuk melakukan panggilan telepon atau 15 jam jika digunakan untuk mendengarkan musik.

Jabra Halo Smart sendiri telah tersedia di Indonesia dengan harga retail Rp 1.250.000. Namun selama masa pre-order mulai 25 Juli hingga 7 Agustus 2016, harganya di Bhinneka.com cuma Rp 990.000 dengan bonus speaker Movi.

Sumber : detik

Lewati Huawei, Oppo Jadi Raja Ponsel China

Jakarta – Saat pangsa pasar Apple di China terus menurun, Oppo malah merangsek naik ke posisi satu penjualan ponsel di Negeri Tirai Bambu tersebut.

Per Juni lalu pangsa pasar Oppo di Negeri TIrai Bambu adalah 23%, diikuti oleh Huawei dengan 17,4% dan Vivo 12%. Sementara Apple berada jauh di bawahnya dengan pangsa pasar hanya 9%, dan Xiaomi hanya 6,8%.

Yang menarik dari data ini adalah pertumbuhan Oppo yang sangat pesat sejak Juni 2014 lalu. Saat itu Oppo hanya mempunyai pangsa pasar sebesar 2% di China. Angka tersebut melejit pada Juni 2015 menjadi 6,1%, dan kini menjadi 23%, berdasarkan hasil riset oleh Counterpoint.

Ponsel jagoan Oppo saat ini adalah Oppo R9 — di Indonesia lebih dikenal sebagai F1 Plus. Ponsel bertajuk ‘Selfie Expert’ ini menjadi ponsel paling laris Juni lalu, dengan pangsa pasar sebesar 5%, demikian dikutipdetikINET dari GSM Arena, Selasa (26/7/2016).

Penerus R9 atau F1 Plus ini adalah F1s, yang rencananya akan diperkenalkan Agustus mendatang. Ponsel ini akan membawa spesifikasi yang lebih tinggi dibanding F1. Oppo F1 sendiri dilengkapi kamera depan 8 megapixel dengan diafragma F/2.0. Sedangkan kamera utamanya sebesar 13 megapixel.

Sumber : detik

Prosesor Intel “Kaby Lake” Siap Lakukan Debut

PT BESTPROFIT FUTURES – Komputer dan laptop dengan prosesor Intel Core generasi ke-7 bakal membanjiri pasaran pada akhir kuartal III 2016 ini. Pasalnya, Intel dikabarkan telah mulai mengirim prosesor dengan sandi Kaby Lake ini ke vendor-vendor produsen PC dan laptop.

Dikutip KompasTekno dari Digital Trends, Senin (25/7/2016), hal itu dikonfirmasi dari laporan tahunan perusahaan Intel yang baru saja disampaikan minggu ini.

CEO Intel, Bryan Krzanich saat menyampaikan laporan tahunan Intel mengatakan Kaby Lake saat ini sudah mulai dikirimkan ke para produsen laptop. Namun Krzanich tidak menyebutkan secara detil jenis prosesor Kaby Lake yang mana yang sudah dikirim.

Diprediksi, sekitar dua hingga tiga bulan semenjak dikirim ke vendor produsen PC/laptop, prosesor-prosesor tersebut sudah disematkan dan dijual di produk akhir mereka.

Kaby Lake yang diproduksi dengan fabrikasi 14 nanometer ini memiliki dukungan koneksi USB 3.1, dukungan HDCP 2.2, Thunderbolt 3, serta desain anti-panas dengan kebutuhan daya hanya 95 watt.

Kaby Lake baru diumumkan oleh Intel awal tahun lalu. Perusahaan semikonduktor AS itu sempat menunda kemunculannya karena ingin menggunakan proses fabrikasi yang lebih kecil, dari 22 nm menjadi 14 nm.

Perubahan dari generasi prosesor Intel ke-6 atau Skylake ke Kaby Lake dikatakan Intel sebagai tahap optimisasi. Artinya, Intel membuatnya dengan arsitektur yang lebih tinggi, sebelum mengubah ke fabrikasi yang lebih kecil di generasi berikutnya.

Fabrikasi 10 nm sendiri baru akan dipakai Intel untuk prosesor generasi berikutnya (8th generation) yang saat ini disebut dengan sandi Cannonlake.

PT BESTPROFIT FUTURES