Emas Kembali Turun Pasca Minggu Suram

Emas kembali turun pasca ditutup positif pekan lalu, tergelincir pada hari Senin karena para pedagang dan banker bank sentral terus mengkaji ancaman kenaikan suku bunga dan seiring penumpukan pasukan Rusia di dekat perbatasan Ukraina yang memicu kegelisahan global.

Emas untuk pengiriman Desember turun sebanyak $ 1,30 untuk menetap di level $ 1,278.90 per ons di divisi Comex New York Mercantile Exchange. Perak September turun 3 sen menjadi berakhir pada level $ 19,36 per ons. Continue reading

Jelang Rilis Data Pasokan, WTI Dekati Level 7 Bln Terendahnya

Minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) bertahan mendekati level harga terendahnya dalam 7 bulan terakhir menjelang rilis data pasokan yang akan memberikan sinyal meningkatnya permintaan bahan bakar di AS, selaku konsumen minyak terbesar di dunia.

Kontrak berjangka flat di New York. Pekan lalu pasokan minyak mentah diperkirakan turun sebesar 1.8 juta barel menjadi 360.7 juta, menurut survei Bloomberg News menjelang laporan dari EIA (Energy Information Administration) yang akan rilis besok. Kemarin output minyak Libya turun menjadi 630,000 barel per hari akibat padamnya listrik di beberapa ladang minyak, menurut pernyataan dari National Oil Corp. Continue reading

Dolar Tahan Gain Terkait Kebijakan Terpisah Setelah S&P 500 Menembus 2.000

Dolar mempertahankan gain terhadap mata uang utama pasca tanda-tanda divergensi kebijakan moneter di AS dan area euro memicu lonjakan obligasi Eropa. Indeks berjangka Asia mixed setelah Indeks Standard & Poor 500 menyentuh di atas level 2.000.

Greenback berada di level $ 1,3186 per euro pada pukul 08:45 pagi di Tokyo, setelah kemarin mencapai level tinggi dalam hampir satu tahun. Yen dan Dolar Selandia Baru diperdagangkan mendekati level terlemah dalam setidaknya enam bulan terakhir, sedangkan obligasi Australia melonjak setelah imbal hasil obligasi atau yield notes Jerman dengan tenor dua tahun turun di bawah nol. S&P 500 berjangka sedikit berubah setelah indeks tersebut berakhir denagan naik 0,5 persen menjadi 1,997.92, mencapai level 2,001.95 untuk pertama kalinya. Indeks berjangka Jepang turun sementara kontrak pada saham Australia naik. Minyak di New York berada di dekat level terendah tujuh bulan. Continue reading