10 Tahun Riset Smartphone, Huawei Habis Rp 481 Triliun

Shenzhen – Riset dan pengembangan adalah salah satu kunci kesuksesan dalam kelahiran tiap produk. Untuk itulah Huawei tak main-main dalam sektor ini dengan menggelontorkan dana USD 37 miliar (sekitar Rp 481 triliun, USD 1 = Rp 13.000) selama 10 tahun ke belakang.

Dana riset dan pengembangan sebesar itu dikeluarkan Huawei untuk mengembangkan bermacam produk kelas konsumernya, seperti ponsel pintar alias smartphone, tablet, perangkat wearable, termasuk notebook teranyarnya, MateBook.

Data ini diungkap oleh Clement Wong, VP Global Product Marketing Huawei di kantor pusat vendor berlogo kipas merah itu di Shenzhen, China. Ia mengakui kalau riset adalah bagian penting dalam tiap produk buatan Huawei.

Salah satunya adalah P9, ponsel pintar di mana Huawei menggandeng Leica untuk menggarap sektor kameranya. Sebelum membuat ponsel tersebut Huawei sudah melakukan riset pasar, dan mendengarkan masukan dari para penggunanya.

“P9 merupakan hasil kerja sama Huawei dengan Leica dan hasil riset termasuk mendengarkan berbagai masukan, juga dari media. Kami menerapkan metode yang sama di setiap produk agar Huawei bisa memenuhi kebutuhan pasar,” ujar Wong.

Hasilnya, menurut Wong, bisa dirasakan di setiap produk buatan Huawei. Yaitu di setiap ponsel flagship Huawei akan terdapat peningkatan yang signifikan. “Bandingkan dari seri P7 hingga P9,” ujarnya dengan percaya diri.

Wong memang tak asal bicara. Respon pasar terhadap Huawei P9 ini terbilang positif di awal penampilannya. Karena di enam pekan sejak mulai dijual, sudah 2,6 juta unit P9 yang laku terjual.Ponsel berkamera Leica itu laris manis di sejumlah negara seperti China, Prancis, Finlandia dan Inggris.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *