Monthly Archives: June 2014

Tawaran Investasi Koperasi Masih Marak Meski Banyak Kasus

Hai salam PT bpforgit Futures, ini artikel dari detik.com

best profit 113Pilihan berinvestasi bagi masyarakat jenisnya bermacam-macam. Salah satunya adalah koperasi.

 

Meski sudah banyak kasus koperasi yang terbukti penipuan seperti koperasi Langit Biru, dan baru-baru ini Koperasi Cipaganti pun bermasalah dengan kepolisian, masih banyak tawaran investasi berbadan koperasi di Indonesia.

 

Seperti Koperasi Sejahtera Bersama (KSB). Berdasarkan informasi yang didapat detikFinance dari website KSB, koperasisejahterabersama.com, salah satu produk unggulan KSB adalah deposito prima atau simpanan berjangka prima.

 

“Keuntungan fitur deposito KSB yaitu penyertaan simpanan minimun masa kontrak 6 bulan, modal penyertaan bisa dicairkan kapan saja. Itu menjadi keunggulan kami dibandingkan dengan koperasi lain yang ada masa tenggang pencairan penyertaan modal,” sebut keterangan dalam website tersebut, dikutip Senin (30 Juni 2014).

 

Dalam website tersebut terdapat tabel besaran investasi minimum Rp 25 Juta hingga Rp 1 miliar dengan profit 15% per tahun.

 

Beberapa keunggulan dari investasi ini adalah keuntungan rata-rata di atas bunga bank, dan terhindar dari devaluasi. KSB juga menjamin kode etik dan rahasia mitra.

 

“Progress usaha dari kemitraan bisa diketahui, keuntungan dibayarkan dengan cash/transfer/bilyet giro,” sebutnya.

KSB sendiri bergerak di berbagai bidang usaha seperti usaha simpan pinjam dan usaha perdagangan (minimarket), dan lainnya.

 

Selain KSB, ada juga koperasi simpan pinjam Intidana. Dikutip dari situs resminya, kspintidana.com, koperasi ini memiliki beberapa macam produk kemitraan. Di antaranya tabungan intidana, taka, takasi, warkat, simpanan berjangka, simpanan berjangka on call.

 

Sedangkan untuk produk pinjaman, Intidana menawarkan produk antara lain intidana reno, intidana guna, intidana profesi, intidana modal kerja, intidana usaha kecil dan intidana griya.

 

Koperasi-koperasi tersebut adalah dua dari sekian banyak koperasi yang menawarkan kerjasama investasi.

Tren Harga Emas Dunia Terus Menurun

Hai salam PT bpforgit Futures, ini artikel dari tempo.co

best profit 112Harga emas diprediksi akan menunjukkan tren penurunan dalam tiga-empat bulan mendatang. Penurunan bisa mencapai level US$ 1.180 per ons sebelum membaik di kisaran US$ 1.300-1.350 per ons pada akhir tahun.

 

Analis dari GFMS Thomson Reuters, Cameron Alexander, mengatakan penurunan harga tersebut karena adanya ketegangan geopolitik di Irak. “Penurunan akan sekitar US$ 1.100 dan akan membaik US$ 1.350 pada akhir tahun tidak akan lebih tinggi lagi,” katanya, seperti dilansir Street Times Online, Ahad, 29 Juni 2014.

 

Menurut Alexander, rendahnya level harga emas akan terus terjadi hingga tahun depan. “Malahan harga emas tahun depan bisa saja lebih rendah dari tahun ini,” ujarnya. Ia memprediksi penurunan hingga 13 persen.

 

Meski begitu, Direktur Manajemen Dewan Emas Dunia Albert Cheng mengatakan Cina dan India tetap akan mempertahankan konsumsi emas mereka hingga akhir 2014. “Di India, misalnya, pemerintah baru akan membuat perubahan atas ekonomi India,” ujarnya. Pemerintah India yang baru cenderung probisnis, sehingga meningkatkan optimisme pasar dan pemasukan yang positif bagi India.

 

Data Dewan Emas Dunia menunjukkan tingginya permintaan emas berasal dari permintaan perhiasan emas pada kuartal pertama tahun ini sebesar 1.074,5 ton. Sebab, harga emas cenderung lebih rendah dibanding periode yang sama tahun 2013.

Awal pekan, rupiah lanjut melemah

Hai salam PT bpforgit Futures, ini artikel dari merdeka.com

best profit 111Awal pekan laju nilai tukar rupiah terhadap dolar AS masih melanjutkan pelemahannya. Laju Rupiah di bawah level support Rp 11.975 per USD. Diperkirakan Rupiah masih ada potensi pelemahan terbatas seiring masih minimnya sentimen Rp 12.121- Rp 12.085 (kurs tengah BI).

 

“Padahal laju USD sedang mengalami pelemahan seiring melesunya pertumbuhan ekonomi AS sehingga diekspektasikan akan menahan peningkatan Fed rate dan laju harga minyak mentah dunia yang menunjukkan penurunan jelang akhir pekan seiring meredanya kecemasan akan terganggunya ekspor minyak,” ujar Analis Trust Securities, Reza Priyambada dalam riset hariannya, Jakarta, Senin (30/6).

 

Menurutnya bahkan pernyataan positif Menko Perekonomian, CT, bahwa harga sembako relatif stabil karena meningkatnya pasokan juga tidak mampu membendung pelemahan Rupiah. “Apalagi ditambah dengan perkiraan akan lonjakan inflasi di pekan depan dan akan berlakukannya TDL di pekan depan juga menambah sentimen negatif pada Rupiah,” jelas dia.

 

Jumat (27/6) nilai tukar rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta menguat 119 poin dari posisi terakhir kemarin menjadi Rp11.980 per USD.