Monthly Archives: July 2014

Dolar Siap untuk Laba Mingguan Back-to-Back

Dolar siap untuk kenaikan mingguan back-to-back terhadap mata uang utama jelang rilis data yang diperkirakan menunjukkan pesanan barang tahan lama AS mengalami rebound pada bulan Juni, menunjukkan sektor manufaktur menguat bersamaan dengan ekonomi.

Indeks Bloomberg Dollar Spot, yang melacak mata uang terhadap 10 mata uang utama, naik ke level tertinggi dalam sebulan kemarin setelah indeks Standard & Poor 500 memperpanjang rekor menyusul lonjakan penjualan Facebook Inc. Yen mempertahankan penurunan dari kemarin setelah laporan yang menunjukkan inflasi inti Jepang melambat dari level terkuat sejak 1982. Pound ditetapkan untuk penurunan selama seminggu berturut-turut, terpanjang dalam empat bulan terakhir, jelang rilis data produk domestik bruto hari ini.

Indeks Bloomberg Dollar sedikit berubah pada 1,012.33 dari kemarin pada pukul 09:02 pagi di Tokyo, akan meningkat 0,3 persen dalam minggu ini. Kemarin indeks tersebut menyentuh level 1,012.54, tertinggi sejak 18 Juni.

Dolar diperdagangkan di 101,78 yen, setelah naik 0,3 persen kemarin ke 101,82 dan menuju kenaikan mingguan sebesar 0,4 persen. Terhadap euro, dolar sedikit berubah pada $ 1,3466 per euro, setelah naik 0,4 persen sejak 18 Juli.

Pesanan untuk barang tahan lama di AS terakhir setidaknya dalam tiga tahun naik 0,5 persen pada bulan Juni setelah turun 0,9 persen pada bulan Mei, data Departemen Perdagangan diperkirakan akan menunjukkan hari ini menurut survei Bloomberg News.(frk)

Sumber : Bloomberg

COMMODITY

WTI Menuju Penurunan Mingguan Ditengah Kenaikan Pasokan Minyak AS

Minyak mentah WTI (West Texas Intermediate) menuju penurunan mingguan setelah pasokan bensin AS naik ke level tertingginya dalam 4 bulan terakhir.

Kontrak berjangka sedikit berubah di New York setelah kemarin turun 1% ke level harga terendah dalam sepekan terakhir. Pasokan bensin naik sebesar 3.38 juta barel menjadi 217.9 juta selama 7 hari terkahir hingga 18 Juli lalu, level tertinggi sejak Maret lalu, menurut EIA (Energy Information Administration) tanggal 23 Juli lalu.

WTI untuk pengiriman September berada pada level $ 102.04 per barel di New York Mercantile Exchange, turun 3 sen pukul 9:53 pagi waktu Sydney. Kemarin kontrak tergelincir $ 1.05 ke level $ 102.07, level penutupan terendah sejak 16 Juli lalu. Volume semua kontrak berjangka diperdagangkan sebesar 60% dibawah 100 hari rata-rata. Pekan ini harga untuk bulan depan turun 1.1%.

Kemarin Brent untuk penyelesaian September turun 96 sen atau 0.9% ke level $ 107.07 per barel di Bursa ICE Futures Europe, London. Acuan minyak mentah Eropa mengakhiri sesi lebih tinggi sebesar $ 5 dibanding WTI. (bgs)

Sumber : Bloomberg


COMMODITY

Sentimen Ekonomi, Emas Catat Penurunan Mingguan Ke-2

Emas menuju penurunan mingguan ke-2 secara berturut-turut akibat outlook membaiknya pertumbuhan ekonomi sehingga mempengaruhi permintaan akan logam mulia sebagai aset safe haven.

Bullion untuk pengiriman segera turun 0.1% ke level $ 1,292.63 per ounce pukul 9:20 pagi waktu Singapura, menurut harga dari Bloomberg. Kemarin harga turn ke level $ 1,287.80, level terendah sejak 19 Juni lalu dan pekan ini menuju penurunan sebesar 1.4%. Emas untuk pengiriman bulan Desember naik 0.1% ke level $ 1,294.10 di Comex, juga mencatat penurunan mingguan ke-2.

Manufaktur China Juli lalu naik ke level 18 bulan tertingginya dan klaim pengangguran AS turun ke level terendahnya sejak Februari 2006 lalu, menurut rilis laporan kemarin. Indeks Saham Standard & Poor 500 menguat pada rekornya. Bulan ini emas menuju penurunan setelah konflik di Ukraina dan Timur Tengah mengakibatkan harga rebound sebesar 10% di kuartal pertama 2014. Continue reading