Monthly Archives: April 2015

LG G4 akhirnya dirilis, siap pecundangi Galaxy S6

lg-g4-akhirnya-dirilis-siap-pecundangi-galaxy-s6

Lewat sebuah acara di New York kemarin (28/04), LG secara resmi memperkenalkan smartphone baru mereka, G4, ke publik.

Smartphone penerus G3 itu hadir dengan balutan casing belakang berlapis kulit, membuatnya terlihat ‘retro’. Sisi eksterior G4 nampak lebih besar dan bulat ketimbang G3, sehingga smartphone 5,5 inci tersebut lebih mudah digenggam.

Layar LCD lebar LG G4 dibekali dengan teknologi Quad-HD dengan kerapatan 538ppi dan resolusi 1440 x 2560 piksel. Menurut LG, pihaknya juga menambahkan teknologi IPS Quantum untuk membuat layar G4 menghasilkan warna 20 persen lebih ketimbang jenis layar lain, misalnya AMOLED milik Samsung.

Beralih ke sektor dapur pacu, LG G4 hadir dengan prosesor Snapdragon 808 berinti 6 dengan arsitektur 64-bit. Pemakaian Snapdragon 808 sekaligus membantah rumor selama ini yang menyatakan G4 memakai Snapdragon 810, yang sering diklaim sebagai prosesor gadget terbaik di dunia.

Namun, tidak usah terlalu khawatir akibat absennya Snapdragon 810, sebab LG menambahkan RAM 3GB untuk mendongkrak performa Snapdragon 808. Sayangnya, baterai G4 masih sama dengan G3, yakni 3000mA.

Terlepas dari baterai yang tidak berubah, LG G4 memiliki kamera utama yang bisa jadi lebih baik dari milik Galaxy S6. Kamera utama 16MP LG G4 mempunyai bukaan lensa yang lebih besar dari Galaxy S6, yakni f/1.8. Sementara kamera depannya cukup menjanjikan dengan kekuatan 8MP.

20150429181616-1-lg-g4-004-bramy-biantoro

Selain itu, modul sensor kamera G4 dirancang lebih besar agar bisa menerima 80 persen cahaya lebih banyak dari LG G3. Kehadiran teknologi Color Spectrum Sensor, menurut LG, bisa membuat LG G4 menghasilkan foto yang mirip dengan apa yang dilihat oleh mata manusia.

LG G4 yang bakal dijual dalam 6 varian warna itu diprediksi akan mulai masuk pasar di akhir bulan Mei nanti. Soal harga, LG belum mengumumkan banderol pasti G4. Namun, mereka menyatakan G4 akan lebih murah dari Galaxy S6.

Sumber : www.merdeka.com

Jika Google Fi ingin masuk Indonesia, Menkominfo: Harus izin dulu!

jika-google-fi-ingin-masuk-indonesia-menkominfo-harus-izin-dulu

Beberapa waktu yang lalu, Google telah memantapkan diri merambah dunia bisnis telekomunikasi dengan Google Fi-nya. Layanan ini dikabarkan akan mengandalkan lebih dari satu juta hot spot wifi yang ada di seluruh Amerika sebagai tahap awal.

Tak tanggung-tanggung Google berani mengakui bahwa layanan selulernya memungkinkan konsumen hanya membayar data yang digunakan untuk komunikasi via telepon dan SMS. Apalagi, harga yang ditawarkan begitu murah.

Penggunaan 1 GB dihargai USD 10 atau sekitar Rp 125 ribu. Sedangkan biaya per bulannya mencapai USD 20 atau sekitar Rp 250.000 untuk layanan pengiriman data berupa teks dan suara. Layanan ini baru diuji di Nexus 6, sebuah smartphone buatan Google yang dikembangkan oleh Motorola Mobility. Setelah Amerika, nantinya akan menyusul ke 120 negara di dunia.

Bakal ekspansinya bisnis baru milik Google itu, ternyata membawa kekhawatiran tersendiri bagi operator telekomunikasi tanah air, XL misalnya. CEO XL, Dian Siswarini, pernah mengatakan pemerintah harus mengkaji kembali apabila Google menyasar pasar seluler Indonesia.

“Menurut saya, pemerintah mengkaji izin untuk service (Google) tersebut, sebagai pemain baru dari luar yang masuk ke bisnis telekomunikasi,” ujar Dian seusai acara peluncuran layanan Sisternet di Hotel Manhattan, Jakarta, (23/04).

Sementara itu, ketika hal ini ditanyakan kepada Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Rudiantara, dirinya mengatakan bahwa hal itu belum bisa diputuskan.

“Belum tentulah. Bukan berarti saya mau kasih ijin atau gak kasih ijin. Itu jawaban saya,” singkatnya seusai konferensi pers terkait Darurat Narkoba di kantornya, Jakarta, (29/04).

Yang jelas, kata dia, Google harus meminta izin dulu ke Kementeriannya jika akan masuk ke pasar Indonesia.

“Ya, harus minta izinnya dong ke Kominfo. Kan dia penyelenggara jaringan, bukan penyelenggara jasa,” ujarnya pria kelahiran Bogor ini.

Lebih lanjut, RA – sapaan akrab Rudiantara – menjelaskan “Gini deh, dia pakai jaringan mana, dia kan MVNO itu harus dapat ijinlah. Biar bagaimanapun kan ada interkoneksi. Yang bisa interkoneksi hanya penyelenggaraan jaringan dan harus ijin. Sasaran Google kan interkoneksi. Sementara interkoneksi harus ada penyelenggara jaringan, penyelenggara jaringan subject pada ijin,” tutupnya.

Sumber : www.merdeka.com

Juni, bus kota bakal masuk jalur Transjakarta

juni-bus-kota-bakal-masuk-jalur-transjakarta

Pemprov DKI Jakarta tengah mengkaji untuk memberikan izin kepada bus untuk menggunakan jalur Transjakarta atau busway. Namun, operator bus yang ingin menggunakan fasilitas tersebut harus berada di bawah naungan PT Transportasi Jakarta (Transjakarta).

Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama mengatakan, pihaknya tengah mengkaji kebijakan tersebut bersama Institute For Transportasion and Developmet Policy (ITPD). Tujuannya, untuk mengurangi kemacetan yang disebabkan bus menunggu penumpang.

“Jadi kami pengen semua bus itu di bawah Transjakarta nantinya. Di Jakarta kalau kami teliti dengan baik semua bus itu kalau kami teliti dengan baik, semua bus itu sebetulnya ngetem karena penumpang kan hanya di pagi atau sore,” jelasnya di Balai Kota DKI Jakarta, Kamis (30/4).

Setelah berada di bawah naungan PT Transjakarta, operator akan diminta untuk melakukan revitalisasi armada, mengganti yang rusak dengan yang baru. Sebab, setelah bergabung operator yang dikenakan sistem pembayaran rupiah per kilometer.

“Nah kami pengen peremajaan bus gimana caranya suruh dia ganti bus dia nggak sanggup. Caranya gimana? Kami masukan ke Transjakarta, kami bayar rupiah per kilometer sehingga dia bisa mampu bayar kredit agar tak ada penumpang 10 menit dia tetap jalan,” ungkap mantan Bupati Belitung Timur ini.

Basuki atau akrab disapa Ahok mengklaim sudah ada beberapa operator yang berminat untuk menggunakan sistem ini. Rencananya penerapan kerja sama ini akan dimulai pada 5 Juni 2015.

“Banyak (yang mau gabung). Contohnya Bus Mayasari pada mau. Kopaja Kopami juga mau. Metromini juga mau, cuma Metromini kan pemilikannya ini yang bingung ini punya siapa. Kami mulai 5 Juni kami mulai jalan,” tutupnya.

[eko]
Sumber : www.merdeka.com