Monthly Archives: May 2015

Drone Berpotensi Jadi Mesin Pembunuh Manusia

POLICE Drone 5

Jakarta – Drone di masa depan dikatakan punya potensi membahayakan manusia. Terutama jika dibekali dengan Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan dan sengaja dirancang untuk membunuh. Begitu dikatakan oleh seorang pakar komputer.

Sang pakar adalah profesor Stuart Russel dari University of Californa at Berkeley. Menurutnya dalam satu dekade mendatang, drone berpotensi jadi senjata yang beroperasi secara otonom. Ia bisa menentukan dan menghancurkan sendiri sasarannya.

“Potensinya tinggi. Sistem senjata otonom telah dideskripsikan sebagai revolusi ketiga dalam bidang persenjataan setelah bubuk mesiu dan nuklir,” ucap Stuart yang dikutip detikINET dari Daily Mail, Jumat (29/5/2015).

Dalam publikasinya di jurnal ilmiah Nature, Stuart meyakini kalau kapabilitas mesin semacam itu hanya dibatasi oleh kelemahan dalam desain fisiknya. Sedangkan sistem AI-nya tidak bisa dibendung.

Karenanya jika drone pembunuh dibuat dalam jumlah banyak dan kendala fisiknya bisa diminimalisir, maka bisa menjadi mesin pembunuh yang sangat efektif.

“Seiring robot yang bisa terbang makin mengecil, kemampuan manuvernya meningkat dan sulit untuk dijadikan target serangan. Walaupun ada keterbatasan dalam fisiknya, diperkirakan ada platform yang dibuat sampai jutaan dan membuat manusia tidak bisa mempertahankan diri melawannya. Ini bukan masa depan yang bagus,” jelasnya.

Stuart pun berharap agar perkembangan drone tidak sampai sejauh itu. Demikian juga senjata yang bisa beroperasi otonom harus diregulasi agar tidak sampai dalam taraf berbahaya.

Tapi sampai sekarang belum ada aturan yang jelas mengenai hal itu. Sedangkan tiga negara yang getol mengembangkan perangkat pesenjataan otomatis yakni Amerika Serikat, Inggris dan Israel mencoba meyakinkan bahwa semua teknologi mereka aman dan mengikuti hukum internasional.

Beberapa negara seperti Jerman sudah mengusulkan agar senjata otonom yang mematikan harus dikendalikan. Mesin semacam itu harus tetap dikontrol oleh manusia, tak sepenuhnya beroperasi secara mandiri.

Di sisi lain, kekhawatiran bahwa kecerdasan buatan itu bisa berbahaya sudah dikemukakan beberapa tokoh. Belum lama ini astronom Inggris Sir Martin Rees mengatakan bahwa suatu saat bisa saja dunia ini memasuki masa post human atau sesudah manusia karena digantikan robot.

Terutama karena perkembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) sangat pesat dan ada keterbatasan di otak manusia. “Ada batas soal ukuran dan processing power otak organik. Mungkin manusia sudah mencapai batasan itu. Namun tidak ada batasan semacam itu di komputer,” sebut Martin.

Menurut dia, robot akan memegang peranan penting dalam memecahkan misteri alam semesta, bukan manusia. Karena tidak ada keterbatasan umur dan otak, para robot ini yang nantinya akan pergi jauh ke angkasa. Mereka yang akan mengerti semuanya.

“Angkasa sana akan menjadi arena di mana robotika akan dikonstruksi. Jauh di masa depan nanti, bukanlah pikiran manusia, tapi mesin-mesin itulah yang akan benar-benar mengerti kosmos ini dan aksi mesin otonom itulah yang nanti secara drastis mengubah hidup kita,” pungkasnya.

Sumber : www.detikfinance.com

Google Resmikan Kehadiran Android M

androidm46

Jakarta – Google memperkenalkan OS Android terbarunya di ajang Google I/O 2015, yang sampai saat ini masih menggunakan nama Android M. OS tersebut akan tersedia dalam versi pra rilis mulai hari ini, Jumat (29/5/2015).

Google menyebut Android M akan mempunyai sejumlah fitur anyar dan perbaikan performa. Namun setelahnya Sundar Pichai, senior vice president of product Google menyebut bahwa mereka akan ‘kembali ke asal’ dan berfokus pada perbaikan kualitas platform.

Lalu ada juga Dave Burke, vice president engineering Google mengatakan bahwa mereka memperhatikan perubahan apa saja yang dilakukan oleh para vendor terhadap OS Android. Dan memasukkan perubahan itu sebagai fitur dasar Android.

Salah satu perubahan besar yang dilakukan oleh Google adalah kini pengguna Android bisa memilih fitur apa saja yang boleh digunakan oleh aplikasi, seperti kamera atau GPS.

Android M sudah mendukung penggunaan USB Type-C, seperti yang digunakan oleh Apple di New MacBook. Google pun sudah mengintegrasikan Android Pay ke dalam OS anyar ini untuk menggantikan Google Wallet.

Android Pay memanfaatkan koneksi NFC serta Host Card Emulation untuk melakukan pembayaran. Untuk fitur keamanan, Android Pay sudah mendukung penggunaan sensor sidik jari seperti yang terdapat di Samsung Galaxy S6.

USB tipe ini mendukung pengisian baterai lebih cepat karena bisa dialiri daya yang lebih besar. Google juga memperkenalkan sebuah fitur baru bernama Doze yang diklaim bisa menambah waktu standby perangkat Android hingga dua kali lipatnya.

Seperti biasa, Android M yang dirilis di Google I/O 2015 ini masih berupa versi pra rilis yang bisa digunakan oleh developer untuk pengujian di Nexus 5, 6, 9 dan player. Sementara versi penuhnya akan tersedia beberapa bulan ke depan, demikian dilansir detikINET dari The Verge, Jumat (29/5/2015).

Sumber : www.detikinet.com

Ada 40 Pesawat Parkir Kelamaan di Soetta, Ada yang Sampai 8 Tahun

pesawat (1)

Jakarta -PT Angkasa Pura (AP) II berencana memusnahkan pesawat yang parkir kelamaan alias mangkrak, di Bandara Internasional Soekarno-Hatta (Soetta), Tangerang.

Tahap awal, AP II akan menggusur dan memusnahkan 9 pesawat berbagai jenis, bila tidak diambil oleh pemiliknya. Namun ternyata, jumlah pesawat yang parkir kelamaan di Bandara Soetta jauh lebih banyak.

Direktur Utama AP II, Budi Karya menyebutkan, setidaknya ada 40 pesawat yang parkir kelamaan di Bandara Soetta. “Ada 40 pesawat yang parkir kelamaan di Bandara Soetta,” kata Budi kepada detikFinance, Kamis (28/5/2015).

Saking lamanya, badan pesawat sudah tampak kusam. Budi menyebut, pesawat terlama yang terparkir di apron Bandara Soetta mencapai 8 tahun, namun tidak kunjung diambil atau diurus oleh sang pemilik.

“Parkir terlama mungkin 7-8 tahun,” ujarnya.

Dari 40 pesawat yang terparkir tersebut, sebagian besar merupakan pesawat milik maskapai Batavia Air. Maskapai sudah berhenti beroperasi karena dinyatakan bangkrut di Januari 2013.

“Paling banyak pesawat Batavia. Kita sudah surati beberapa vendor dan kurator. Beberapa kurator sudah kita yakinkan, dan mereka sudah jual pihak ketiga. Ada 50% sudah dalam proses penyelesaian 1-2 bulan ini,” ujarnya.

Sementara itu, separuh atau hampir 20 pesawat belum diurus oleh pemilik. AP II akan bertindak tegas bila tidak ada kejelasan pemilik pesawat-pesawat tersebut.

“Kalau lewat dari batas waktu, pesawat akan disingkirkan,” sebutnya.
(feb/dnl)

Sumber : www.detikfinance.com