Monthly Archives: June 2015

Hanya 4 Maskapai RI yang Boleh Terbang ke Eropa, Ini Penjelasannya

181553_pesawatterbangs

Jakarta -Komite Keselamatan Udara Uni Eropa baru mengeluarkan daftar maskapai dunia yang boleh terbang ke kawasan Uni Eropa. Salah satu negara yang masuk penilaian adalah Indonesia. 

Dari audit tersebut, sebanyak 4 maskapai penerbangan asal Indonesia boleh terbang ke Benua Eropa seperti Garuda Indonesia, Indonesia AirAsia, Airfast Indonesia, dan Premi Air. 

Sedangkan puluhan maskapai lainnya masih dilarang terbang ke wilayah udara Uni Eropa karena alasan keselamatan. Lantas apa respons Kementerian Perhubungan (Kemenhub) atas hasil audit Uni Eropa tersebut?

Proses uji ini berdasarkan daftar yang diajukan oleh Kemenhub, bukan berdasarkan audit keseluruhan yang dilakukan Uni Eropa. 

Keempat maskapai yang lolos tersebut sebelumnya telah diajukan oleh Kemenhub ke otoritas Uni Eropa. Setelah menjalani proses audit, Otoritas Uni Eropa menyatakan keempat maskapai tersebut lolos standar keselamatan. Hasil audit Uni Eropa merujuk pada hasil audit International Civil Aviation Organization (ICAO).

“Mei 2014 kita diaudit ICAO. Kita melakukan cap (Corrective Action Plan) revisi plan, seperti Garuda, Airfast Indonesia, Premi Air, Indonesia AirAsia. Mereka mengikuti perubahan safety over site,” kata Direktur Kelaikan Udara dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKUPPU) Kemenhub Muzaffar Ismail di Kemenhub, Jakarta, Senin (29/6/2015).

Pasca diajukan, maskapai tersebut diawasi secara konsisten oleh Kemenhub terkait standar keselamatan. “Kita lakukan safety over site di masing airlines. Kita berikan inspektor dan ada inspeksi setiap bulan. Termasuk training tiap bulan,” ujarnya.

Pasca pengumuman terbaru Air Safety List 2015, Kemenhub akan mengusulkan kembali maskapai lain yang belum masuk daftar maskapai Indonesia yang lolos standar keselamatan.

“Kita akan bawa teman-teman maskapai nasional seperti Citilink, dari Group Lion Air kemunkinan besar Air Asia X karena dia penerbangan internasional. Rencananya begitu,” sebutnya.

Rencananya, Kemenhub besok bakal mengumpulkan maskapai-maskapai yang siap diajukan ke Otoritas Uni Eropa agar bisa terbang ke sana.
“Rencana besok, undang maskapai nasional ke kantor Kemenhub. Kita brief mereka. Karena nantinya bulan Oktober ke Brussel,” sebutnya.

Sumber : www.detikfinance.com

AMD Boyong Tiga GPU Anyar ke Indonesia

080204_amd

Jakarta – Setelah diluncurkan di ajang Electronic Entertainment Expo (E3) 2015, AMD akhirnya memboyong lini GPU anyarnya ke Indonesia. Mereka adalah Radeon R9 dan R7 300 serta R9 Fury X. Ketiganya diposisikan untuk kelas konsumer yang berbeda.

Yang paling tinggi tentulah Radeon R9 Fury X, dengan memori GDDR 5 4.096 bit yang dilengkapi dengan teknologi high-bandwidth memory (HBM). Hasilnya, GPU ini punya memori dengan jalur memori yang 60% lebih besar dibanding pendahulunya.

AMD mengklaim fitur yang terintegrasi di chip Fiji ini bisa memberikan kinerja per watt 3 kali lipat lebih besar dibanding GDDR5 biasa. HBM juga membuat ukuran kartu grafis bisa semakin kecil, karena lebih irit tempat. Setiap 1 GB memori HBM memakan tempat 95% lebih sedikit dibanding GDDR5 konvensional.

Hasilnya, sebuah kartu grafis kelas enthusiast bisa dibuat dengan ukuran sekitar 7,5 inch atau 19 cm saja. Secara default, AMD membekali GPU ini dengan dua buah konektor 8 pin, dan konsumsi dayanya sekitar 375 watt. Namun AMD menyarankan penggunaan power supply dengan daya setidaknya 700 watt untuk GPU ini.

Radeon R9 dan R7 300

Berbeda dengan Fury, dua GPU ini punya kelas yang berbeda. R9 300 sejak awal diplot oleh AMD untuk memainkan game dengan resolusi 4K. Selain itu GPU ini juga didesain untuk penggunaan perangkat virtual reality (VR), dengan teknologi AMD LiquidVR. Serta dilengkapi dengan AMD FreeSync agar bisa disinkronisasi dengan monitor dengan teknolgi sejenis.

amd8

“Untuk GPU AMD Radeon 390 adalah penawaran yang bagus karena mempunyai memori GDDR5 sebesar 8GB‎. Sudah bisa digunakan untuk API terbaru dan dilengkapi dengan teknologi VSR,” ujar Richard Huddy, AMD Chief Gaming Scientist, saat meluncurkan kartu grafis ini di Jakarta, Senin (29/6/2015).

Sementara R7 300 diklaim mampu menjalankan game online — biasanya tergolong game ringan — dengan frame rate lebih dari 60 fps di resolusi 1440p. Selain itu, kartu grafis dengan chip R7 300 ini juga akan bisa menjalankan game dengan format multi monitor, alias AMD Eyefinity.

Semua kartu grafis teranyar tersebut dilengkapi dengan fitur-fitur anyar seperti DirectX 12, OpenGl 4.5, dan Vulkan. Dan sudah tersedia di pasaran mulai pertengahan Juni 2015 dengan harga mulai USD 109 hingga USD 649.

Sumber : www.detikinet.com

6 Smartphone Diuji “Beneran”, Juaranya?

2221246Galaxy-S6-unbox-8780x390

Selama ini, uji performa sebuah smartphone Android diukur dengan menggunakan aplikasi benchmark. Namun aplikasi tersebut memiliki banyak kendala, seperti bisa diakali.

Situs Tom’s Guide melakukan uji performa smartphone dengan caranya sendiri, yaitu dengan melakukan serangkaian tugas untuk enam smartphone, lima Android dan satu iPhone.

Perangkat tersebut adalah Samsung Galaxy S6, iPhone 6, HTC One M9, LG G4, Asus Zenfone 2, serta Google Nexus 6. Lalu, bagaimana hasilnya?

Dikutip KompasTekno dari Android Authority, Senin (29/6/2015), Galaxy S6 muncul sebagai smartphone terkencang dalam pengujian di dunia nyata ini. Bahkan mengungguli Apple iPhone 6.

Galaxy S6 dengan prosesor Exynos 7420 itu memiliki performa unggul dalam serangkaian uji coba, seperti bermain game Asphalt 8, membuka file PDF, editing video, dan mengaktifkan aplikasi kamera dengan cepat.

Menurut Android Authority, Galaxy S6 bisa begitu kencang bukan karena faktor chipset yang digunakan saja, namun juga dukungan memori LPDDR4 serta penyimpanan flash UFS 2.0 yang dipakai.

Memori RAM LPDDR4 memungkinkan kecepatan pemrosesan 50 persen lebih tinggi dibanding standar LPDDR3.

Sementara penyimpanan flash UFS 2.0 mampu membaca dan menulis file di memori internal lebih kencang dan secara simultan, sekaligus memprioritaskan perintah yang masuk agar dieksekusi secepatnya.

Sementara LG G4 berada di peringkat kedua dengan skor yang unggul, kecuali dalam hal pemrosesan grafis 3D. Tak heran, sebab GPU Adreno 418 yang diusung dikenal kesulitan dalam menangani gambar dengan resolusi QHD.

Smartphone terbaru besutan Apple, yaitu iPhone 6 berada di peringkat ketiga.

Namun yang menarik, prosesor Snapdragon 810 yang dipakai HTC One M9 ternyata berada di urutan ke-empat, di belakang prosesor Snapdragon 808 yang dipakai LG G4 dan Exynos 7420 buatan Samsung.

Nexus 6 rancangan Google juga ternyata membuka aplikasi lebih lambat dibanding smartphone-smartphone lain yang diuji bersamaan.

Prosesor Intel Atom yang dipasang dalam perangkat Asus Zenfone 2 berada di urutan paling akhir, namun dalam beberapa skenario perangkat ini lebih kencang dibandingkan Nexus 6.

Berikut detail hasil pengujian tersebut:

1157487Adu-kencang780x390

Sumber : www.kompas.com