Monthly Archives: September 2015

Telur Ayam RI Kembali Diekspor ke Myanmar

071113_telur

Jakarta -Indonesia kembali mengekspor telur ayam tetas keluar negeri. Kali ini telur ayam tetas Indonesia diekspor ke Myanmar.

Pengiriman dilakukan dalam 3 tahap sampai akhir tahun, pengapalan pertama dilakukan pada 8 September 2015. Kemarin ada pengapalan ekspor telur ayam lanjutan.

“Kemarin, Balai Besar Karantina Pertanian Soekarno Hatta memfasilitasi ekspor 33.125 butir telur tetas ke Myanmar senilai 29.750 euro,” kata Kepala Sub Humas Badan Karantina Pertanian Kementerian Pertanian (Kementan), Arief Cahyono, kepada detikFinance, Rabu (30/9/2015).

Arief menambahkan, ekspor telur ayam tetas Parent Stock ke Myanmar tahun ini adalah kali pertama sejak kasus flu burung 2004 terjadi di Indonesia. Sertifikat kesehatan telur ini diterbitkan setelah petugas melakukan pemeriksaan dokumen dan teknis kesehatan hewan.

“Telur ini telah dinyatakan bebas 16 penyakit unggas yang dipersyaratkan,” tambahnya.

Ia juga menjelaskan, target ekspor telur ayam hingga total 364.362 butir telur selama 2015.

Indonesia pernah melakukan ekspor unggas ke luar negeri selama 2000-2004, namun akibat wabah flu burung kepercayaan negara pengimpor menurun.

“Mereka menghentikan impor unggas dari Indonesia dan melarang pula masuknya produk turunannya,” ungkapnya.

Sumber : www.detikfinance.com

Operator Prancis: Kereta Cepat Butuh Dukungan Pemerintah

prancis (1)

Jakarta -Operator kereta cepat (High Speed Railway/HSR) asal Prancis, SNCF, menyebut proyek HSR di semua negara membutuhkan dukungan pembiayaan pemerintah.

Prancis yang telah memiliki dan mengoperasikan jaringan kereta cepat tetap memerlukan dukungan pemerintah, seperti infrastruktur awal hingga pembiayaan.

“Faktanya, ketika Anda melihat proyek kereta cepat. Investasinya sangat tinggi di sisi infrastruktur. Ini perlu dukungan untuk infrastruktur awal. Kalau mengamati seluruh dunia, kereta cepat paling tidak didukung 50% oleh pemerintah,” kata Director Business Development for India and South East Asia, SNCF, Philippe Lorand, kepada detikFinance, di Jakarta, Selasa (29/9/2015).

SNCF memiliki penilaian tersendiri untuk kereta cepat. HSR versi SNCF dibagi 2 kategori, yakni High Speed dengan kecepatan antara 200 km sampai 250 km per jam, dan Very High Speed berkecepatan di atas 300 km per jam. Untuk Prancis, HSR yang dioperasikan memiliki kecepatan 320 km per jam.

“Very High Speed Prancis 320 km per jam. Itu perlu dukungan pemerintah, kalau High Speed perlu cuma lebih dikit. Tapi semua perlu butuh dukungan pemerintah,” ujarnya.

Untuk besaran biaya, Lorand menyebut, semua tergantung dengan kecepatan, panjang jalur, hingga jalur. Idealnya, kereta cepat (High Speed) memiliki jarak minimum 200 km sedangkan Very Speed memiliki jarak minimum 500 km.

“Kita ada kereta cepat dengan jarak 900 Km. Itu kereta melaju non stop bisa 3 jam,” ujarnya.

Lorand menyinggung tentang proyek kereta cepat di Taiwan yang dinilai gagal karena investasi tinggi, namun tidak diikuti dengan pendapatan sesuai harapan. Apalagi, proyek kereta cepat di Taiwan minim dukungan pemerintah.

“Proyek di sana dukungan pemerintah terlalu kecil,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Danang Parikesit memandang, tantangan kereta cepat sebetulnya bukan soal sumber pembiayaan, melainkan jaminan bila proyek gagal setelah beroperasi.

Sebagai gambaran, proyek kereta cepat Jakarta-Bandung dengan panjang sekitar 150 km dengan investasi berkisar Rp 70 triliun. Bila proyek Rp 70 triliun itu gagal karena sepi peminat, lantas siapa yang mau menanggung kerugian?

“Bukan siapa yang biayai tapi kalau bangkrut siapa yang menanggung. Kasus Taiwan bangkrut, siapa yang menanggung? Ya pemerintah akhirnya,” ujar Danang.

Sumber : www.merdeka.com

2 Bulan diluncurkan, lebih dari 100 juta perangkat pakai Windows 10

2-bulan-diluncurkan-lebih-dari-100-juta-perangkat-pakai-windows-10

Windows 10 merupakan salah satu langkah besar Microsoft untuk mengembangkan sistem operasi yang dipakai oleh PC dan perangkat mobile. Banyaknya perubahan dan kejutan yang ditampilkan, membuat Windows 10 telah di-instal oleh lebih dari 100 juta perangkat.

Ini merupakan perubahan yang cukup cepat, mengingat bulan lalu Windows 10 hanya digunakan oleh 75 juta perangkat saja. Menurut Microsoft, setelah 24 jam peluncuran, sudah ada 14 juta perangkat yang menggunakan Windows 10 ini. Setelah 2 minggu, meningkat menjadi 50 juta perangkat, sekitar 4,95 persen dari pasar.

Microsoft memang sangat berharap bahwa Windows 10 ini menjadi sistem operasi yang digunakan oleh banyak pihak. Mereka bahkan menargetkan 1 miliar perangkat yang menggunakan Windows 10 ini dalam kurun waktu 3 tahun.

Ya, Microsoft sepertinya bisa dengan mudah mencapai target tersebut karena dalam hitungan 2 bulan saja, target mereka telah mencapai 10 persennya. Namun, belum ada yang tahu hingga saat ini, mungkin saja mereka yang menginstal Windows 10 hanya ikut euforia-nya saja, dan mereda setelah beberapa bulan ke depan.

Sumber : www.merdeka.com