Monthly Archives: October 2015

Gara-gara Kemarau, PLN Harus Gelar Pemadaman Bergilir Selama 3 Jam

modardalam

Jakarta -Dua Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) ‘raksasa’ di Jawa Barat saat ini lumpuh alias tak bisa beroperasi, akibat musim kemarau panjang. Kondisi ini membuat pasokan listrik di Jawa-Bali mengalami defisit sehingga harus melakukan pemadaman bergilir.

Dua PLTA tersebut yakni PLTA Cirata 1.000 MW dan PLTA Saguling 700 MW.

“PLN mohon maaf kepada masyarakat, akibat kondisi ini, kami terpaksa harus melakukan pemadaman bergilir, khususnya pada saat beban puncak pada pukul 18.00-22.00 WIB,” kata Plt Kepala Satuan Komunikasi Korporat PT PLN (Persero), Bambang Dwiyanto, dihubungi detikFinance, Jumat (30/10/2015).

Selain 2 PLTA tersebut, ada lagi gangguan di beberapa PLTU di Jawa-Bali, seperti PLTU Paiton Unit 7 dan 8, PLTU Suralaya, PLTU Indramayu, PLTU Pelabuhan Ratu. Akibatnya pada beban puncak, Jawa-Bali mengalami defisit pasokan listrik sebanyak 1.000 MW.

“Akibat defisit ini, PLN terpaksa melakukan pemadaman listrik, tiap pelanggan dan tiap unit paling lama 3 jam sekali padam. Kami berusaha agar pemadaman tidak sampai lewat 3 jam, agar tidak mengganggu masyarakat,” katanya.

“Seperti dalam 2 hari ini, sebagian Jakarta-Tangerang mengalami pemadaman listrik dari pukul 17.00-20.00 WIB. Pemadaman ini tersebar disetiap unit di Jawa-Bali,” tutup Bambang.

Sumber : www.detikfinance.com

Kemarau Panjang, PLTA ‘Raksasa’ di Jawa Barat Ini Lumpuh

065636_plta1

Jakarta -Musim kemarau yang berlangsung cukup panjang tahun ini membuat banyak debit air di waduk menyusut. Hal ini berpengaruh pada operasi Pembangkit Listrik Tenaga Air (PLTA) di beberapa wilayah di Indonesia.

Seperti yang dialami PLTA Cirata 1.000 MW dan PLTA Saguling 700 MW di Jawa Barat yang lumpuh alias tidak bisa beroperasi. Tidak beroperasinya 2 PLTA ini akibat air waduk yang terbatas dan diprioritaskan untuk pengairan.

Menurut Plt Kepala Satuan Komunikasi Korporat PLN, Bambang Dwiyanto, kondisi ini menyebabkan berkurangnya pasokan listrik dari beberapa pusat pembangkit.

“Kedua PLTA ‘raksasa’ ini tidak bisa beroperasi karena airnya harus diprioritaskan untuk pengairan. ‘Raksasa’ karena kapasitas dua PLTA ini besar-besar, Cirata 1.000 MW dan Saguling 700 MW,” ujar Bambang, dihubungi detikFinance, Jumat (30/10/2015).

Apalagi, kondisi ini diperparah lagi, adanya gangguan main transformer PLTU Paiton Unit 7 dan 8 kapasitas 1.200 MW, yang dioperasikan oleh Pailton Energy Company (PEC).

“Selain itu, ada juga beberapa PLTU yang tidak beroperasi karena sedang perawatan, diantaranya PLTU Indramayu, PLTU Suralaya, dan PLTU Pelabuhan Ratu,” tutup Bambang.

Sumber : www.detikfinance.com

NASA yakin bulan milik Saturnus dan Jupiter dihuni alien

nasa-yakin-bulan-milik-saturnus-dan-jupiter-dihuni-alien

Bulan planet Saturnus, Enceladus, dan bulan milik Jupiter, Europa diklaim NASA (National Aeronautics and Space Administration) berpotensi dihuni oleh alien.

Seperti yang dilansir oleh Daily Mail (28/10), Enceladus dan Europa adalah jenis bulan atau satelit yang permukaannya tertutup lapisan es tebal. Nah, di bawah es itu lah NASA yakin terdapat samudra luas yang dipenuhi mikroba atau hewan asing alias alien.

Untuk menemukan alien di Enceladus, NASA sudah mengirim pesawat luar angkasa Cessini. Cessini bertugas terbang ke bagian kutub selatan Enceladus di ketinggian 30 mil. Dari sana, Cessini bakal meneliti air dan gas yang disemburkan dari Enceladus.

20151029195001-1-cessini-dan-enceladus-001-bramy-biantoro

Menurut NASA, sampai saat ini Cessini masih berhasil mengumpulkan satu tetes air saat melintasi Enceladus dengan kecepatan 30.600 kilometer per jam. Tetapi, NASA percaya satu tetes air itu cukup untuk menjawab beberapa misteri dari Enceladus.

Sayangnya, hasil analisis data Cessini disebut baru akan selesai dalam beberapa bulan ke depan.

“Ini adalah sebuah langkah besar menuju era baru eksplorasi dunia laut yang ada di tata surya. Langkah ini berpotensi memberikan bukti adanya kehidupan di luar Bumi,” ujar Curt Niebur, ilmuwan dalam misi Cessini NASA.

Di sisi lain, NASA juga meyakini ada sebuah laut asin luas di bawah daratan es Europa. Ilmuwan dari Caltech mengungkapkan bila manusia bisa mencari tanda-tanda kehidupan di retakan permukaan es Europa. Retakan itu disebut hasil dorongan kuat air yang berusaha keluar dari bawah es.

20151029195001-2-robot-cumi-cumi-nasa-dan-satelit-europa-001-bramy-biantoro

Konsep robot NASA yang dipakai untuk meneliti Europa

“Kita telah mengetahui sejak lama bahwa permukaan es segar Europa, yang ditutupi dengan retakan dan pegunungan, adalah tanda keberadaan dari laut asin yang luas tepat di bawahnya,” kata ilmuwan Caltech, Mike Brown.

Sumber : www.merdeka.com