Monthly Archives: November 2015

Mulai Desember, Tarif Listrik 1.300 dan 2.200 VA Bisa Naik-Turun

081714_pln3

Jakarta -Mulai 1 Desember 2015, pelanggan dua golongan listrik PT PLN (Persero) yakni 1.300 volt ampere (VA) dan 2.200 VA diberlakukan mekanisme tariff adjustment. Artinya tarif kedua golongan ini bisa naik-turun setiap bulan layaknya harga Pertamax.

“Mulai Desember golongan daya 1.300 dan 2.000 VA diberlakukan mekanisme tariff adjustment,” kata Plt. Kepala Satuan Komunikasi Korporat, PLN, Bambang Dwiyanto, dalam keterangannya, Senin (30/11/2015).

Bambang mengatakan, sebenarnya, tarif listrik bagi kedua golongan rumah tangga tersebut harus sudah mengikuti mekanisme tariff adjustment sejak awal tahun, tapi kebijakan tersebut ditunda.

“Pemerintah dan PLN mengambil kebijakan untuk menunda penerapan tariff adjustment bagi pelanggan rumah tangga daya 1.300 VA dan 2.200 VA. Pertimbangannya saat itu, pelanggan golongan tersebut sudah mengalami kenaikan tarif listrik secara bertahap sejak Juli 2014 hingga November 2014. Selain itu penundaan juga untuk meringankan beban ekonomi pelanggan di kedua golongan tersebut,” ungkap Bambang.

Dengan penyesuaian per Desember ini, sebanyak 12 golongan tarif listrik sudah mengikuti mekanisme tariff adjusment. Ke-12 golongan tarif listrik tersebut adalah:

Rumah Tangga R-1/Tegangan rendah (TR) daya 1.300 VA
Rumah Tangga R-1/TR daya 2.200 VA
Rumah Tangga R-2/TR daya 3.500 VA s.d 5.500 VA
Rumah Tangga R-3/TR daya 6.600 VA ke atas
Bisnis B-2/TR daya 6.600VA s.d 200 kVA
Bisnis B-3/Tegangan Menengah (TM) daya di atas 200 kVA
Industri I-3/TM daya diatas 200 kVA
Industri I-4/Tegangan Tinggi (TT) daya 30.000 kVA ke atas
Kantor Pemerintah P-1/TR daya 6.600 VA s.d 200 kVA
Kantor Pemerintah P-2/TM daya di atas 200 kVA
Penerangan Jalan Umum P-3/TR dan
Layanan khusus TR/TM/TT.

Sumber : www.detikfinance.com

LiFi, Penerus WiFi dengan Kecepatan Cahaya

velmenni_bulb_3509801b1

Jakarta – Sebuah startup asal Estonia bernama Velmenni tengah menguji sebuah standardisasi baru pengganti WiFi, yang diberi nama LiFi. Jika WiFi menggunakan sinyal radio, LiFi menggunakan cahaya untuk mengirimkan data.

Kecepatannya pun disebut 100 kali lebih kencang ketimbang WiFi tradisional, atau bisa mencapai kecepatan 1 Gbps. Demikian seperti dikutip detikINET dari BBC, Senin (30/11/2015).

Memang, saat ini sudah ada beberapa standardisasi WiFi baru yang bisa mencapai kecepatan transfer data di atas 1 Gbps, namun belum populer di masyarakat. Sementara standardisasi WiFi yang saat ini lazim digunakan kecepatannya masih di kisaran puluhan hingga ratusan Mbps.

Dalam percobaannya di laboratorium, teknologi LiFi ini bisa mencapai kecepatan transfer data sebesar 224 Gbps. Namun Velmenni mencobanya di lingkungan kantor, di mana banyak interferensi yang bisa mengurangi kecepatannya,

Istilah LiFi sendiri pertama dipopulerkan oleh Profesor Harald Haas dari Universitas Edinburgh, yang mendemonstrasikan teknologi tersebut di konferensi TED pada tahun 2011.

Saat itu, Haas menunjukkan sebuah video streaming menggunakan sebuah bola lampu LED. Haas menyebutkan bahwa di masa depan, miliaran bola lampu bisa dijadikan hotspot nirkabel.

LiFi punya satu keunggulan utama dibandingkan WiFi, yaitu tak menggunakan sinyal radio. Sehingga tak akan mengganggu jalur komunikasi lain, seperti yang digunakan di pesawat terbang.

Namun tentu LiFi juga punya kelemahan, seperti teknologi ini tak bisa digunakan di luar ruangan yang terkena sinar matahari, karena akan mengganggu transmisi sinyalnya.

Belum diketahui kapan kira-kira teknologi ini bisa diaplikasikan untuk publik. Semoga saja bisa terwujud dalam waktu dekat.

Sumber : www.detikinet.com

 

LG Luncurkan Ray, Ponsel Gahar Tak Harus Mahal

lgraydalam

Jakarta – LG masih sempat menambah portfolio ponselnya jelang akhir 2015 ini dengan merilis Ray. Meski menyasar pasar menengah, smartphone Android ini dibekali beberapa fitur premium.

Smartphone Ray ini mengusung layar 5,5 inch dengan resolusi 720p. Ponsel ini mengusung desain khas LG. Di mana tombol power dan volume diletakan pada bagian belakang.

Perusahaan berbasis di Korea Selatan ini memberikan sentuhan brushed di cover bagian belakang. Sehingga, memberikan kesan ponsel ini terbuat dari bahan metal.

Dapur pacunya sendiri LG menempatkan prosesor octa core MediaTek MT6592M berkecepatan 1,4 GHz. Selain itu di dalamnya tersemat RAM 1GB dan GPU Mali 400.

Ponsel yang menjalankan Android Lollipop ini menawarkan kamera selfie mumpuni. LG membenamkan kamerea depan berukuran 8 megapixel. Sementara kamera belakangnya sendiri berukuran 13 megapixel.

LG Ray turut membawa fitur miliki ponsel flagship seri G. Diantaranya adalah fitur Knock Code Unlock dan Camera Gesture Shot. LG turut melengkapi ponselnya ini dengan baterai yang bisa dicopot berkapasitas 3.000 mAh.

Terdapat dua slot SIM Card di dalam ponsel ini. Sayangnya keduanya tidak mendukung konseksi 4G. LG beralasan ponsel ini memang dihadirkan untuk pasar yang masih didominasi jaringan 3G.

“Konsumen di pasar 3G menjadi perioritas LG. Karena itu kami akan terus mengembangkan perangkat baru untuk mereka,” ujar Juno Cho, President dan CEO LG Electronic Mobile Communication seperti detikINET kutip Android Authority, Kamis (26/11/2015).

Rencananya LG Ray mulai dipasarkan minggu ini. Hadir dalam empat varian warna, yakni silver, gold, titan dan hitam. Ponsel ini dibanderol seharga USD 232 atau sekitar Rp 3,1 juta.

(afr/rou)

Sumber : www.detikinet.com