Monthly Archives: December 2015

Bisnis ICT Outsourcing Menggiurkan: Rp 7,7 Triliun di 2020

outsourcingict_460

Jakarta – Bisnis alih kepemilikan dan pengelolaan infrastruktur teknologi informasi, aplikasi, dan konektivitas secara end-to-end dengan model bisnis tunggal dan periode kontrak berjangka panjang — yang biasanya dikenal sebagai ICT outsourcing, ternyata menggiurkan.

Karena jika melihat dari data market, bisnis ini diprediksi tumbuh 13% setiap tahunnya sejak 2015 dengan potensi market size sebesar Rp 7,7 triliun di tahun 2020. Potensi terbesarnya ada pada industri finance banking, communication media, dan manufacturing.

Besarnya peluang bisnis ini jelas ikut membuat Telkom kepincut untuk ikut terjun langsung. Pasalnya, semua persyaratan yang dibutuhkan untuk mengelola bisnis ICT outsourcing ini ada semua dalam portofolio bisnis sang BUMN telekomunikasi yang tengah bertransformasi jadi digital company.

“Sebelumnya kami cuma bermain di parsial ICT outsourcing. Kalau sekarang ini kita full ICT outsourcing, di konsep baru ini sampai orang-orangnya juga di-take over oleh Telkom,” kata Direktur Enterprise & Business Services Telkom Muhammad Awaluddin, Kamis (31/12/2015).

Tak hanya itu, menurutnya, dalam konsep ICT outsourcing baru ini perencanaan dalam rangka pengembangan portfolio produk milik pelanggan juga ditangani Telkom. Begitu juga dengan pengembangan investasi infrastruktur. “Ini mirip dengan managed services kalau di jaringan,” jelasnya lebih lanjut.

Menurutnya, salah satu yang menjadi pertimbangan suatu perusahaan melakukan ICT outsourcing adalah keinginan perusahaan tersebut untuk lebih fokus pada core businessnya dengan melakukan alih kelola aset atau infrastruktur IT dan SDM.

Dengan sendirinya perusahaan dapat mengurangi biaya investasi untuk mengelola operasional IT, dengan ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi dan produktivitas. Awaluddin pun menilai, kesiapan Telkom masuk ke portfolio ini diuji dengan menggarap layanan ICT outsourcing di GarudaFood Group.

Hal ini ditunjukkan dengan ditandatanganinya nota kesepahaman penyediaan layanan ICT Outsourcing oleh Finance Director GarudaFood Group Robert Chandra dengan EGM Divisi Enterprise Service Siti Choiriana.

Solusi ICT Oursourcing yang dikembangkan di GarudaFood Group berupa IT managed services yang meliputi beberapa fungsi operasional, di antaranya adalah penyediaan serta pengelolaan infrastruktur, data center, jaringan dan ERP (SAP).

Layanan ini, menurut Robert, akan mempermudah GarudaFood Group dalam mengelola operational IT, sehingga dapat fokus di core bisnis dan pengembangan produknya.

“Untuk pengelolaan operasional, Telkom menggunakan Service Level Agreement atau SLA. Sedangkan pengembangan strategis IT masih tetap dipegang penuh oleh GarudaFood Group disesuaikan dengan kebutuhan bisnis yang ada,” jelas Robert.

Sumber : www.detikinet.com

Gelang Pintar Murah Xiaomi Laris Manis

People look at Xiaomi's Mi4i smart phone and Mi Band during their launch by Xiaomi Global vice president, Hugo Barra in New Delhi on April 23, 2015.  AFP PHOTO / MONEY SHARMA        (Photo credit should read MONEY SHARMA/AFP/Getty Images)

Jakarta – Xiaomi tidak hanya sukses mengarap ponsel. Gelang pintar buatannya pun laku di pasaran. Buktinya hingga kini perangkat bernama Mi Band itu terjual jutaan unit.

Dikutip dari Technmily, Rabu (30/12/2015), Xiaomi baru saja merilis laporan penjualan Mi Band sepanjang tahun ini. Dalam laporan itu disebutkan Mi Band telah terjual di seluruh dunia, termasuk Amerika Serikat.

Perusahaan berbasis di China itu kemudian mengklaim Mi Band menjadi salah satu perangkat pemantau fitnes terpopuler saat ini. Hal tersebut berdasarkan jumlah penjualan Mi Band sejauh ini.

Xiaomi telah mencatat selama tiga kuartal pertama 2015, Mi Band sudah terjual lebih dari 10 juta unit. 600 ribu unit di antaranya telah dikapalkan ke Taiwan sepanjang Januari hingga September.

Perangkat Mi Band cukup digemari karena fungsi yang dimiliki serta harganya yang ramah kantong. Mi Band punya kemampuan memonitor aktivitas fitnes dan tidur pengguna. Pada varian terbarunya malah dapat memonitor detak jantong.

Dalam sekali charge, Mi Band mampu bertahan hingga 30 hari penggunaan. Dengan kemampuan tersebut, Mi Band hanya dibandrol seharga USD 13 atau sekitar Rp 170 ribu. Sementara kompetitornya membandrol lebih tinggi, di atas Rp 1 juta.

Sumber : www.detikinet.com

Kementerian ESDM Prioritaskan Energi Terbarukan di 2016

080512_esdm

Jakarta -Kementerian ESDM bakal menjadikan sektor energi baru terbarukan sebagai fokus pada 2016. Terlihat dari DIPA 2016 Kementerian ESDM yang mencapai Rp 8,5 triliun, paling besar dialokasikan ke Ditjen Migas Rp 2,9 triliun disusul dengan anggaran Ditjen EBTKE sebesar Rp 2,1 triliun.

“Tahun 2016, listrik dan EBTKE di depan. Minerba kita akan selesaikan non clear non clean. Di bidang EBT (energi baru terbarukan) yang telah didorong mulai tahun lalu dengan penerapan B15 mudah-mudahan bisa ditingkatkan. Tahun ini kita sudah lelang 5 blok panas bumi,” kata Menteri ESDM Sudirman Said ditemui dalam jumpa pers di Hotel Darmawangsa, Jakarta, Selasa (29/12/2015).

Data Kementerian ESDM menunjukkan listrik dari EBT sudah mencapai kapasitas terpasang sebesar 8.503 MW. Sebanyak 45.707 rumah tangga sudah mendapat listrik dari pembangkit listrik EBT.

Menteri ESDM mengatakan, akan serius mengejar target bauran energi yang mencapai 23% pemanfaatan energi baru terbarukan (EBT) hingga 10 tahun mendatang. Berbagai sumber EBT seperti air, angin, panas bumi, surya, hingga sampah akan digenjot pemanfaatannya.

“Sepuluh tahun yang akan datang kita kejar energy mix EBT akan menjadi 23%. PLTS sudah terkumpul 14,3 MW. Dari sisi konservasi kita dorong pengadaan lampu khusus hemat energi fosil. Di Aceh kita bagikan lampu tenaga surya ke 190 titik,” jelas Menteri ESDM.

Pemanfaatan EBT tidak terlepas dari inovasi-inovasi memanfaatkan sumber energi yang ada. Menteri ESDM bahkan mengaku heran ada sebuah contoh kecil pemanfaatan air laut menjadi bahan bakar lampu petromak bagi nelayan di Cirebon dan Aceh.

“Nelayan di Aceh dan Cirebon sudah dapat 2.000 petromak berbahan bakar air laut. Saya sendiri agak heran betul-betul terbukti bisa dinyalakan. Akan sangat membantu nelayan melaut,” tambahnya.

Kementerian ESDM juga punya proyek percontohan kawasan energi bersih di 2 daerah yaitu Sumba Iconic Island dan Kawasan Nasional Energi Bersih Bali. Februari 2016 mendatang, Menteri ESDM bakal melaunchin kawasan energi bersih di Bali tersebut.

“Kita akan melaunching kawasan energi bersih yaitu di Bali pada Februari 2016. Kami undang 49 leader energi bersih dari OPEC dan organisasi internasional lainnya,” imbuh Sudirman Said.

Catatan Kementerian ESDM menunjukkan investasi di sektor EBT pada 2015 ditargetkan bisa mencapai Rp 4,5 miliar namun baru terealisasi Rp 2,92 miliar.

“Itu belum memuaskan, tapi akan kita kejar,” tambahnya.

Direktur Jenderal EBTKE Rida Mulyana menambahkan upaya meningkatkan pemanfaatan EBT dalam bauran energi (energy mix) seiring komitmen negara-negara di dunia untuk menahan kenaikan suhu permukaan bumi dengan menurunkan emisi gas rumah kaca.

“Kemarin di Paris bersama 160 negara menyepakati untuk menjaga kenaikan suhu permukaan bumi maksimum 2%. Kita akan turunkan emisi gas rumah kaca sebesar 29% pada 2030,” pungkasnya.

Sumber : www.detikfinance.com