Monthly Archives: March 2016

Pemilik Kapal ‘Genset’ Asal Turki Investasi Rp 13 T di RI

cdeefc9d-d114-412d-99d6-e2ebd53517b9_169

Jakarta -Karadeniz Holding, pemilik Kapal Pembangkit Listrik Terapung atau Marine Vessel Power Plant (MVPP) asal Turki menginvestasikan US$ 1 miliar atau setara Rp 13 triliun (asumsi US$ 1 = Rp 13.000) di Indonesia. Investasi itu untuk menyiapkan 5 unit kapal ‘genset’ terapung yang memasok listrik di Indonesia.

“Kami akan investasikan US$ 1 miliar melayani 5 wilayah berbeda di Indonesia,” kata Direktur Pengembangan Bisnis Karadeniz Holding, Zeynep Harezi, saat berkunjung ke kantor Detik.com, Jakarta, Rabu (30/3/2016).

Dari 5 unit kapal genset tersebut, 1 unit sudah tiba dan dioperasikan di lokasi PLTU Amurang, Minahasa Selatan, Sulawesi Utara. Kapal ini telah beroperasi sejak 17 Januari 2016.

Kapal yang memiliki kapasitas 125 Mega Watt (MW) tersebut dipakai untuk mengatasi defisit listrik di area Sulawesi Utara, Tengah, dan Gorontalo (Suluttenggo).

Empat kapal sisanya masih dalam proses perakitan di Turki. Sejalan dalam proses perakitan, Karadeniz Holding masih menunggu proses tanda tangan kontrak pembelian listrik dengan PT PLN (Persero) sebagai pengguna jasa kapal genset terapung.

“Kami belum tanda tangan kontrak. Sejauh ini baru head of agreement,” tambahnya.

Saat beroperasi, kapal genset terapung ini dinilai irit bahan bakar bila dibandingkan pengoperasian Pembangkit Listrik Tenaga Diesel (PLTD). Kapal ini memakai bahan bakar berupa heavy fuel oil. Hargaheavy fuel oil 50% lebih irit daripada harga minyak diesel yang biasa dipakai dalam PLTD.

“Kami juga pakai engine (mesin) yang besar. Makin besar engine, makin irit,” ungkapnya.

Bangun 20 Kapal Genset Mini di Indonesia

Selain membangun kapal genset raksasa di Turki, Karadeniz Holding berencana mendukung pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) memenuhi pasokan listrik di pulau-pulau yang masih defisit dan belum teraliri listrik.

Karadeniz akan membangun 20 unit kapal genset berkapasitas 36,8 MW atau masuk katagori Seal Class. Untuk memenuhi rencana ini, perusahaan asal Turki ini akan menggandeng galangan kapal Indonesia

“Pembuatan dan perakitan akan dilakukan di Indonesia untuk 20 unit kapal Seal Class. Kita akan gandeng perusahaan galangan kapal lokal,” tambahnya.

Dengan skema ini, Karadeniz juga akan memberdayakan para insinyur kapal lokal. Namun, Zeynep belum membuka siapa galangan kapal yang sedang didekati untuk bermitra.

“Kami akan investasi di sini, untuk besarannya saya belum bisa bilang. Selain dioperasikan di Indonesia, bisa juga dioperasikan di negara lain,” paparnya.

Sumber : www.detikfinance.com

Semua Ponsel bakal Pakai Layar AMOLED

a1a6cc1c-019d-408a-b4fd-df6b391424f2_169

Jakarta – Kalau dulunya layar AMOLED cuma bisa dirasakan ponsel-ponsel kelas atas, ke depannya ponsel kelas bawah pun bakal bisa merasakan tampilan cerah bak ponsel mahal.

Jadi di industri ponsel, ada dua pilihan teknologi layar yang bisa dipakai. Yang paling banyak dipakai adalah LCD dengan berbagai tipenya. Sedangkan yang satu lagi adalah AMOLED yang juga punya beberapa tipe, namun biasanya teknologi layar ini hanya bisa ditemui di ponsel-ponsel mahal.

Alasannya karena harga layar AMOLED memang lebih mahal dibanding LCD. Sebagai informasi, per akhir tahun 2015 lalu banderol AMOLED bentang 5 inch berada di angka USD 17,1, dibandingkan LCD yang dihargai senilai USD 15,7.

Namun untuk tahun 2016 ini bisa jadi kondisinya berbalik. Pasalnya harga layar AMOLED dipastikan menurun. Seperti detikINET kutip dari Tech Viral, disebutkan AMOLED sekarang dihargai senilai USD 14,3. Sementara LCD malah lebih mahal, yakni USD 14,6.

Dengan harga yang lebih murah, terbuka lebar peluang layar AMOLED bakal jadi primadona untuk ponsel-ponsel di masa mendatang. Tak cuma yang kelas atas, bahkan sampai ponsel kelas bawah pun bakal bisa merasakan warna cerah khas layar AMOLED.

Samsung yang merupakan salah satu produsen layar AMOLED terbesar pun sepertinya telah melihat peluang tersebut. Demi menggenjot produksi layar AMOLED garapannya hingga 95%, perusahaan Korea Selatan ini telah menggandeng perusahaan China untuk membantu pembuatannya. Dulunya kapasitas produksi Samsung hanya berada di angkan 90%.

Di sisi lain, tren penggunaan layar berbasis OLED seperti AMOLED juga sudah dilirik Apple. Kalau mengacu pada gosip-gosip yang beredar, katanya Apple tengah menyiapkan iPhone berlayar OLED dengan bentang 5,8 inch untuk tahun 2017 mendatang.

Lantas apakah ini berarti tanda-tanda kematian layar LCD? Tentu belum bisa dipastikan, karena produsen LCD seperti Sony dan LG dengan layar IPS-nya pasti tak akan berdiam diri. Tak menutup kemungkinan keduanya akan melakukan perang harga. (yud/yud)

Sumber : www.detikinet.com

Ini Jurus Kementan Bantu Petani Karet Saat Harga Anjlok

e83612d6-5c26-432e-b61b-08a24f1a8a7c_169

Jakarta -Jatuhnya harga karet di pasar dunia sangat berdampak pada kehidupan para petani karet di Indonesia. Harga karet di tingkat petani pernah menyentuh Rp 25.000/kg pada 2012 lalu, kini hanya Rp 5.000/kg.

Untuk membantu para petani karet, Kementerian Pertanian (Kementan) menyiapkan program replanting (peremajaan) 1 juta hektar (ha) tanaman karet. Tujuannya ialah untuk mengurangi pasokan karet sehingga harganya bisa naik, sekaligus untuk meningkatkan produktivitas karet Indonesia di masa mendatang.

“Kita siapkan program peremajaan 1 juta ha karet. Ini dilaksanakan bertahap mulai tahun ini. Kita sesuaikan dengan kemampuan masing-masing daerah sentra karet, mereka mampunya berapa,” kata Dirjen Perkebunan Kementan, Gamal Nasir, kepada detikFinance di Jakarta, Senin (28/3/2016).

Dengan asumsi rata-rata petani karet di Indonesia memiliki lahan seluas 2 ha, maka penerima bantuan ini mencapai 500.000 orang petani.

“Penerimanya kira-kira 500.000 petani di sentra-sentra karet seperti Sumatera Selatan, Kalimantan Selatan, dan sebagainya,” tukas dia.

Dana Kredit Usaha Rakyat (KUR) sebesar Rp 10 triliun akan dialokasikan untuk membiayai peremajaan pohon karet milik para petani. Para petani yang ingin mendapatkan bantuan ini tinggal mengajukan permintaan KUR saja.

“Mereka mengajukan kita beri, jangan banyak syarat lah kalau untuk petani,” ucap Gamal.

Selama peremajaan karet berlangsung, para petani tentu tidak bisa memanen getah karet. Agar mereka tetap memperoleh pendapatan, Kementan juga menyiapkan bantuan benih jagung. Jagung bisa menjadi tanaman sela, sumber pendapatan petani selama pohon karet masih dalam peremajaan.

“Bantuan benih jagung ini kita berikan secara gratis, asal mereka mau kita berikan. Jagung kan panennya cepat, 3 bulan sudah bisa dijual,” pungkasnya.

Sumber : www.detikfinance.com