Category Archives: Commodity

Awal Pekan IHSG Diprediksi Menguat Terbatas

20140303_202756_indeks-saham-gabungan-awal-pekan-melemah (1)

JAKARTA – Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) awal pekan ini, Senin (22/12/2014) diprediksi kembali menuju ke zona hijau, dengan kisaran support 5.122 dan resistance 5.197.
“Hari ini IHSG berpotensi melanjutkan kenaikan terbatas, sebelum mampu menembus level resistance lanjutan pada 5.207,” kata Analis PT Asjaya Indosurya Securities William Surya Wijaya, Jakarta. Diketahui, IHSG pada penutupan perdagangan akhir pekan kemarin mengalami kenaikan 31,27 poin atau 0,61 persen jadi 5.144,62.
Menurut William, pergerakan IHSG beberapa hari terakhir menjelang akhir pekan kemarin bergerak positif. Hal ini merupakan efek dari stabilitas ekonomi negara, tercermin dari menguatnya nilai tukar rupiah dan arus dana asing yang masuk ke pasar modal masih cukup tinggi.
“Serta nuansa window dressing menjelang pengujung tahun 2014,” ucapnya.
Dengan kondisi tersebut, maka William melihat laju IHSG awal pekan ini kembali menguat, walaupun ada sedikit potensi untuk mencoba menguji batas bawah. Namun, jika nantinya terjadi tekanan sepanjang perjalanan IHSG hari ini, sifatnya hanya koreksi wajar.

Sumber : www.tribunnews.com

Bursa Global dan Regional Positif, IHSG Menghijau

ihsg1

PT BEST PROFIT FUTURES – Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 14 poin setelah dapat sentimen positif dari pasar global dan regional. Investor memanfaatkan momentum positif untuk aksi beli.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah di posisi Rp 12.445 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.435 per dolar AS.

Pada perdagangan preopening, IHSG menguat 14,016 poin (0,27%) ke level 5.139,788. Sedangkan Indeks LQ45 naik 3,542 poin (0,40%) ke level 886,673.

Mengawali perdagangan, Selasa (23/12/2014), IHSG dibuka bertambah 23,910 poin (0,47%) ke level 5.149,382. Indeks LQ45 dibuka tumbuh 5,721 poin (0,65%) ke level 888,037.

Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi beli investor. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun kompak menguat.

Hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG melaju 22,203 poin (0,43%) ke level 5.147,975. Sementara Indeks LQ45 menanjak 5,374 poin (0,61%) ke level 888,400.

Kemarin IHSG menutup perdagangan awal pekan dengan turun 18 poin. Investor domestik mulai mengambil untung atas penguatan Indeks pekan lalu.

Wall Street menguat empat hari berturut-turut. Indeks Dow Jones dan S&P 500 berhasil cetak rekor baru berkat penguatan saham-saham teknologi.

Bursa-bursa di Asia kompak menguat pagi hari ini. Rekor Wall Street semalam memberi sentimen positif ke pelaku pasar regional.

Berikut situasi di bursa-bursa regional sore hari ini:

  • Indeks Hang Seng melonjak 291,94 poin (1,26%) ke level 23.408,57.
  • Indeks Komposit Shanghai menguat 18,85 poin (0,61%) ke level 3.127,44.
  • Indeks Straits Times naik 9,61 poin (0,29%) ke level 3.340,57

PT BESTPROFIT FUTURES

Sumber : www.derikfinance.com

Sarapan Bareng Broker, Menko Sofyan dan Menkeu Bambang Bahas Hal Ini

102619_sofyandjalil

PT BEST PROFIT FUTURES – Jakarta -Menko Perekonomian Sofyan Djalil mengumpulkan sejumlah perusahaan efek (broker) di kantornya pagi ini. Dalam pertemuan singkat tersebut, dibahas kondisi ekonomi sekarang dan proyeksi ke depan.

Bobby Hamzar Rafinus, Deputi Bidang Koordinasi Fiskal dan Moneter menjelaskan paparan yang disampaikan oleh Menteri Sofyan adalah seputar kebijakan pemerintah dalam lima tahun. Yaitu untuk menuju pertumbuhan ekonomi yang tinggi.

“Pemerintah menyampaikan kebijakan-kebijakan prioritas untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang tinggi. Cara mencapainya adalah dengan good policy,” ungkapnya di kantor Kemenko Perekonomian, Selasa (23/12/2014)

Sedangkan dari Menteri Keuangan Bambang Brodjonegoro menjelaskan kondisi ekonomi secara global dan domestik. Termasuk perihal gejolak nilai tukar yang terjadi dalam beberapa waktu terakhir.

“Beliau menyampaikan bahwa gejolak rupiah kemaren lebih dikarenakan faktor eksternal. Kemudian disampaikan juga soal APBN 2015. Bagaimana kita sudah menurunkan anggaran belanja subsidi dan menaikan anggaran belanja infrastruktur dan pendidikan,” jelasnya.

Untuk pihak broker juga diberikan kesempatan menanyakan atau memberi saran kepada pemerintah. Kecenderungan yang disampaikan tadi adalah persoalan beberapa aturan pasar modal dan perpajakan.

“Pelaku pasar modal sendiri menyampaikan seperti kondisi mereka yang sedikit sulit leluasa untuk berkembang seperti pajak dan ketentuan pasar modal itu sendiri,” terang Bobby.

Inti dari acara ini adalah untuk menjalin komunikasi yang baik antara pemerintah dengan para pelaku pasar modal. Meskipun tidak ada kesepakatan, tapi penjelasan secara langsung dengan pelaku adalah hal yang tepat.

“Forum seperti ini akan terus digiatkan untuk mendapat feedback dari pelaku usaha,” tukasnya. PT BESTPROFIT FUTURES

(mkl/ang)

Sumber : www.detikfinancce.com