Category Archives: Global

Hanya Terima Euro, Iran Tak Mau Minyaknya Dibayar Pakai Dolar AS

18dadb74-bb22-49b3-a6de-d9d18fae8326_169

Jakarta -Pasca dilepasnya sanksi ekonomi, Iran bisa kembali mengekspor minyaknya ke pasar internasional. Namun Iran tidak mau dibayar pakai dolar Amerika Serikat (AS), maunya dibayar dengan euro.

“Prioritas utama kami adalah menerima uang tunai dan pembayaran minyak dalam euro,” kata Deputi Direktur dari Perusahaan Minyak Nasional Iran, Safar-Ali Karamati, dilansir dari CNN, Rabu (10/2/2016).

Ini merupakan sinyal kuat, Iran akan memperdalam hubungan bisnisnya dengan Eropa sejak sanksi ekonomi dicabut pada Januari 2016 lalu.

Untuk diketahui, ini bukan kali pertama Iran mencoba untuk menjauhi dolar AS. Namun hanya dolar AS yang berlaku di pasar minyak dunia, bukan euro seperti yang diinginkan Iran.

Mengurangi ketergantungan terhadap dolar AS, juga bisa mengurangi guncangan bila AS sewaktu-waktu kembali memberlakukan sanksi kembali.

Rencana Iran ini tidak menimbulkan gejolak ke pasar minyak. “Kalau yang berkomentar Arab Saudi, baru akan menjadi masalah,” kata Win Thin, Analis Pasar Uang dari Brown Brother Harriman.

Brown Brothers termasuk perusahaan yang memprediksi nilai euro akan terus jatuh terhadap dolar AS. Terutama bila bank sentral AS, Federal Reserve (The Fed) melanjutkan kenaikan suku bunga acuannya.

Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah perusahaan Eropa telah membuat kesepakatan bisnis dengan Iran. Selain itu, Iran juga memesan 118 pesawat dari Airbus, pabrikan pesawat asal Prancis.

Sumber : www.detikfinance.com

Di Markas Canggih Ini Vladimir Putin Atur Serangan ke ISIS

aa

Jakarta – Rusia gencar menggempur ISIS, terutama setelah pesawat komersialnya diduga kuat dibom oleh kelompok teroris itu dan membuat ratusan warga Rusia tewas. Presiden Rusia Vladimir Putin mengendalikan pertempuran itu dari sebuah markas militer di Moskow yang berteknologi tinggi.

Dikutip detikINET dari Daily Mail, Putin sehari-hari mengawasi pasukannya menggempur lokasi ISIS di Suriah di sebuah bangunan baru tiga lantai di Moskow yang dinamakan Russian National Defense Management Center itu. Ruangannya dibekali beberapa layar lebar di depan untuk memperlihatkan aksi pasukan Rusia menyerang ISIS.

Sementara anggota militer Rusia duduk di meja komputer yang banyak disediakan untuk menganalisis dan mengatur serangan. Putin bersama para komandan militer duduk di atas mengawasi segala sesuatunya sambil memberi komando.

Lokasi pusat komando tersebut berada di jantung kota Moskow, tidak jauh dari lapangan Red Square. Tak ketinggalan disediakan helipad untuk mengakomodir transportasi para petinggi negara dengan helikopter Mi-8.

2E8AC59C00000578-3330337-image-a-20_1448292014416

 

Fasilitas baru ini menjadi pusat pengumpulan informasi militer Rusia. Pihak Rusia mengklaim pemrosesan data di sini lebih baik dibandingkan dengan milik Pentagon, militer Amerika Serikat.

“Data center kami ini punya kapasitas kalkukasi yang melebihi sistem Pentagon tiga kali lipat dan volume storage data kami 19 kali lebih tinggi,” klaim Jenderal Mikhail Mizintsev seperti dilansir RT News.

Rusia belakangan ini mengintensifkan serangan udara ke basis ISIS dengan rudal jarak jauh. Mereka juga bekerja sama dengan Prancis yang juga membombardir ISIS setelah serangan teror di kota Paris yang menewaskan ratusan orang.

Sumber : www.detikinet.com

Ini Rahasia Makmurnya Nelayan-nelayan Jepang

093226_perindo4723

Jakarta -Luas perairan RI jauh lebih luas dibanding Jepang, demikian pula dengan kekayaan ikan di dalamnya. Tapi mengapa nelayan Jepang bisa makmur punya kapal sendiri, sementara nelayan RI tidak? Karena di Jepang tidak ada illegal fishing alias pencurian ikan.

Demikian diungkapkan oleh Agung Setiarto, Kepala Divisi Budidaya dan Pakan Ikan Perum Perikanan Indonesia (Perindo) yang merupakan seorang doktor lulusan Tokyo University of Marine Technology.

“Nelayan di Jepang sangat makmur. Kebutuhan produksi dijamin oleh pemerintah. Nelayan punya kapal sendiri. Jepang sudah tidak ada illegal fishing,” ungkap Agung kepada detikFinance, di kantor Perum Perindo, Muara Baru, Jakarta Utara, Kamis (22/10/2015)

Agung menjelaskan, illegal fishing tidak ada di Jepang karena regulasi diterapkan dengan baik. Aturan ini ditegakkan dengan baik karena para nelayannya yang disiplin.

“Kalau di Jepang, model penangkapannya itu pakai kuota. Misalnya saya punya kapal, kapasitasnya sekian ratus ton. Kuota ini harus kita penuhi. Kalau kita nggak bisa menuhi, kuota ini bisa dicabut. Jadi tangkapan bisa dikontrol,” jelasnya.

Pemerintah Jepang, kata Agung, mempunyai log book dan sistem untuk memonitoring hasil tangkapan. “Illegal fishing hampir tidak ada dengan pengaturan yang baik di sana,” tambahnya.

Menurutnya, jumlah nelayan di Indonesia jauh lebih besar dibanding di Jepang. Luas perairannya pun lebih besar. Harusnya perikanan RI bisa lebih baik dari Jepang.

“Petani di Jepang juga makmur karena regulasi pemerintah itu jalan jadi harga bagus. Kalau di RI terlalu banyak broker, produsen atau nelayan jadi susah,” imbuhnya.

Jepang, kata Agung, menjadi sasaran pasar ekspor ikan tuna dunia termasuk dari RI. Perum Perindo juga tengah menjajaki agar bisa menembus pasar ekspor tuna dan udang.

“Jepang merupakan salah satu pasar ikan terbesar dunia. Tuna dari seluruh dunia masuk ke sana. Udang juga masuk ke sana. Udang dari RI juga pasarnya ke sana. Harga di Jepang paling bagus,” ujarnya.

“Hanya memang Jepang ini orangnya teliti dan kriterianya tinggi. Gampang komplain maunya kualitas yang paling bagus, nggak mau ada cacat sedikit pun. Mereka cek sendiri datang ke sini bagaimana kita melakukan budidaya hingga penangkapan. Dipastikan semua proses sesuai standar mereka. Kita sedang menjajaki ekspor ke sana,” pungkasnya.

 

Sumber : www.detikfinance.com