Category Archives: Komoditi

Inflasi Juni 0,54 persen, pemerintah klaim sukses tekan harga barang

inflasi-juni-054-persen-pemerintah-klaim-sukses-tekan-harga-barang

Pemerintah mengklaim berhasil menekan harga barang saat Ramadan kali ini. Ini terlihat dari inflasi Juni 2015 diumumkan Badan Pusat Statistik sebesar 0,54 persen.

“Inflasi rendah karena operasi pasar berhasil, harga bisa dikendalikan,” kata Menteri Keuangan Bambang P.S Brodjonegoro,Jakarta, Kamis (2/7).

Berdasarkan data, inflasi Juni 2015 memang terendah kedua terendah dalam lima tahun terakhir. Inflasi Juni 2014 sebesar 0,43 persen, Juni 2013 (1,02 persen), Juni 2012 (0,62 persen), Juni 2011 (0,55 persen), dan Juni 2010 (0,97 persen).

“Kami bisa kendalikan inflasi lebih baik dibanding Ramadan sebelumnya,” ujar Bambang.

Sekedar mengingatkan, tahun lalu, bulan puasa jatuh pada Juli. Kala itu, BPS mencatat inflasi sebesar 0,93 persen. Ini mengerek laju inflasi Juli 2014-Juli 2013 (year on year) sebesar 4,53 persen dan Januari-Juli 2014 (tahun kalender) 2,94 persen.

Sementara inflasi Juni 2015 hanya 0,54 persen. Inflasi year on year (yoy) tercatat 7,26 persen dan tahun kalender 0,96 persen.

Sumber : www.merdeka.com

Bursa Global dan Regional Positif, IHSG Menghijau

ihsg1

PT BEST PROFIT FUTURES – Jakarta -Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat 14 poin setelah dapat sentimen positif dari pasar global dan regional. Investor memanfaatkan momentum positif untuk aksi beli.

Sementara nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka melemah di posisi Rp 12.445 per dolar AS dibandingkan posisi pada penutupan perdagangan kemarin di Rp 12.435 per dolar AS.

Pada perdagangan preopening, IHSG menguat 14,016 poin (0,27%) ke level 5.139,788. Sedangkan Indeks LQ45 naik 3,542 poin (0,40%) ke level 886,673.

Mengawali perdagangan, Selasa (23/12/2014), IHSG dibuka bertambah 23,910 poin (0,47%) ke level 5.149,382. Indeks LQ45 dibuka tumbuh 5,721 poin (0,65%) ke level 888,037.

Saham-saham unggulan jadi sasaran aksi beli investor. Seluruh indeks sektoral di lantai bursa pun kompak menguat.

Hingga pukul 9.05 waktu JATS, IHSG melaju 22,203 poin (0,43%) ke level 5.147,975. Sementara Indeks LQ45 menanjak 5,374 poin (0,61%) ke level 888,400.

Kemarin IHSG menutup perdagangan awal pekan dengan turun 18 poin. Investor domestik mulai mengambil untung atas penguatan Indeks pekan lalu.

Wall Street menguat empat hari berturut-turut. Indeks Dow Jones dan S&P 500 berhasil cetak rekor baru berkat penguatan saham-saham teknologi.

Bursa-bursa di Asia kompak menguat pagi hari ini. Rekor Wall Street semalam memberi sentimen positif ke pelaku pasar regional.

Berikut situasi di bursa-bursa regional sore hari ini:

  • Indeks Hang Seng melonjak 291,94 poin (1,26%) ke level 23.408,57.
  • Indeks Komposit Shanghai menguat 18,85 poin (0,61%) ke level 3.127,44.
  • Indeks Straits Times naik 9,61 poin (0,29%) ke level 3.340,57

PT BESTPROFIT FUTURES

Sumber : www.derikfinance.com

First Asia Capital: IHSG Berpeluang Menguat, Tapi Terbatas

PT BEST PROFIT FUTURES – Jakarta -Setelah sempat menguat 25 poin, IHSG akhir pekan kemarin ditutup hanya menguat 7,738 poin (0,15%) di 5.160,433. Selama sepekan, IHSG terkoreksi 0,53% setelah menguat selama empat pekan berturut-turut.

Transaksi saham sepekan terakhir lebih didominasi saham lapis dua dan tiga terutama yang bergerak di sektor transportasi dan perikanan yang berorientasi ekspor karena memanfaatkan momentum anjloknya harga minyak mentah dunia dan rupiah yang akhir pekan lalu ditutup di Rp 1.2432 (JISDOR). Ini merupakan posisi terburuk rupiah sejak akhir November 2008 lalu. Menjelang akhir tahun ini tren bullish pasar saham menghadapi tantangan dari pelemahan rupiah atas dolar AS.

Kondisi yang kurang nyaman ini ditambah dengan harga saham relatif sudah tinggi, memicu terjadinya aksi ambil untung pemodal terutama asing. Selama dua pekan pertama Desember ini pemodal asing mencatatkan penjualan bersih hingga Rp 2 triliun.

Sementara bursa global, Wall Street dan Zona Euro akhir pekan lalu dilanda aksi jual menyusul kembali anjloknya harga minyak mentah dunia hingga 4% di US$ 57,49/barel. Indeks DJIA dan S&P masing-masing terkoreksi 1,79% dan 1,62%. Selama sepekan indeks DJIA dan S&P masing-masing terkoreksi 3,8% dan 3,5%.

Pada perdagangan hari ini, pergerakan IHSG akan tergantung dari pergerakan rupiah atas dolar AS. Dari eksternal, kondisi pasar global kurang kondusif terutama akibat anjloknya harga minyak mentah dunia, sehingga apabila rupiah masih terus melemah akan memicu koreksi IHSG.

Namun bagi perekonomian Indonesia, harga minyak yang anjlok menjadi faktor positif, sehingga bila rupiah berhasil rebound maka IHSG diperkirakan berpeluang menguat terbatas mengingat secara technical IHSG masih bergerak dalam tren positif. IHSG diperkirakan akan bergerak dengan support di 5.125 dan resisten di 5.185. PT BEST PROFIT FUTURES

Sumber : www.detikfinance.com